Nusa Lembongan (6) :Suspension Bridge

the suspension bridge

Selesai snorkeling jam 1, sementara kapal kami baru akan berangkat jam 4. Doh, 3 jam ngapain ya..mana udah nggak ada motor, jadi ga bisa kemana-mana juga. Nggak disangka-sangka, pak PJ berbaik hati meminjamkan motornya kepada kami..yay! kamipun melanjutkan petualangan di Nusa Lembongan yang kemarin baru separuh kami jelajahi. Lagi-lagi masih menggunakan baju basah kuyup sehabis snorkeling dengan semangat optimisme baju kering di jalan. Gembili penasaran sama jembatan kuning yang menghubungkan nusa lembongan dengan ceningan. Setelah nyasar sana sini, akhirnya nemu juga. Ini dia.

Take 1

Take 2

Penasaran, akhirnya kami menyeberang ke ceningan. Jalannya jelek banget, tapi melihat banyaknya bule bule yang lalu-lalang kesana sambil bawa papan surf, kami yakin pasti ada yang menarik di sana.

sok banget duduk di pinggir jembatan, padahal abis itu jejeritan ketakutan

Spot yang dicari cari ada di daerah paling ujung dari pulau ceningan.

Jump bay, Mahana Beach. Pantai ke delapan. Adalah pantai yang indahhhhhh banget. Sayangnya, untuk bisa turun ke garis pantai Cuma ada dua cara, masuk lewat main entrance hotelnya, atau yang bikin merinding; loncat dari tebing yang sumpah tinggi banget.

berani?

Jump bay ini memang merupakan satu spot khusus yang dipake buat lompat. Tanpa pelampung satupun. Boleh lho buat yang ngaku pemberani.. 😀 ya loncat aja gitu, gila ya.. tapi tenang, ada mas-mas penjaga di situ, jadi masih tetep dalam pengawasan. Cuma memang kalau masih ragu, mending jangan. Haha.. suer deh, serem pisan! ini ada video yang saya ambil dari youtube

Sayangnya kami nggak bisa lama-lama di ceningan, karena waktu yang berjalan cepet banget, sementara kami masih harus mandi dan berangkat ke pelabuhan sebelum jam 4 sore kalau nggak mau ditinggal kapal yang membawa kami kembali ke Bali. Yaahhh.. selesai deh jalan jalan ke Nusa Lembongan nya..

Tambahan :

Fakta dan Realita di Nusa Lembongan.

– Motor2 yang ada di Nusa Lembongan mayoritas adalah motor matic, dan, believe it or not 95% motor-motor tersebut nggak ada plat nomornya. Mungkin karena kepercayaan yang tinggi yang dimiliki penduduknya.

-Ketika anda melewati daerah sepanjang pantai di dekat hutan mangrove pada siang hari, akan tercium bau amis yang sangat menyengat yang ternyata berasal dari banyaknya rumput laut hasil panen yang sedang dijemur. Tadinya saya sempet curiga ada pabrik Taro terselubung di situ, tapi ternyata nggak ada hehe..

-Anda nggak akan nemu satu mobil pun di sana. Kalaupun ada, Cuma beberapa pick up yang berfungsi untuk mengantar turis-turis dari bungalow mereka ke pantai.

– ( katanya ) hanya ada satu bank, yaitu bank BPD yang lokasinya pun entah dimana.

– Ada satu penjual bakso dengan menggunakan gerobak yang didorong

-Musim liburan seperti tahun baru, pertengahan tahun, dan akhir tahun adalah saat rame-ramenya nusa lembongan, penginapan2 akan penuh, ratusan kapal mengantar snorkeling di tengah laut, fiuh.. kami beruntung kesana pas bukan musim liburan. Sepi dan berasa pulau pribadi..hahaa..

-Administrasi kota serta perangkat-perangkatnya terdapat di nusa penida.

-Ada satu warnet yang sempat saya lihat. Entah itu satu-satunya, atau ada lagi, saya nggak tahu.

Yuk guys! Kalian harus coba ke Nusa Lembongan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s