Back to Bali; Masalah yang datang bertubi-tubi

Hai! Selamat pagi, Selamat Lebaran ya teman-teman, Minal Aidzin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin. πŸ™‚ Ceritanya liburan lebaran kemarin saya mengunjungi Bali lagi, sekalian nemenin mbak yang pengen liburan, sekalian nganter Gembili pulang ke perantauan. Persiapan sudah matang direncanakan bahkan sejak sebelum Ramadhan. Kali ini saya memilih lewat jalur Surabaya-Denpasar, karena selain tiketΒ  pesawatnya yang lebih murah (@ IDR 225.000 ), saya juga belum pernah ke Surabaya, jadinya penasaran.. yaaa, meskipun cuma mengunjungi terminal Bungurasih sama bandara Juanda, minimal kalau ditanya ‘Sudah pernah ke Surabaya apa belum?’ jawabnya ‘sudah’ πŸ˜€ Tapi meskipun semua sudah well-planned, ternyata dalam pelaksanaannya nggak semulus kulitnya ceribel..

Kartu ATM Hilang!

Kalau ada penghargaan rekor MURI dengan kategori ‘ kartu ATM hilang paling sering’, pasti Gembili juaranya..terhitung dari awal pacaran 3 tahun lalu sampai sekarang, mungkin ada sekitar 7-8 kali dia kehilangan kartu ATM, sampai-sampai kalau dia telpon dan bilang kalau kartu ATM nya hilang lagi, saya cuma bereaksi datar; ‘oh, yaudah sana diurus ke bank 😐 ‘ tapi kejadian tanggal 17 Agustus kemaren pas mau buka puasa bareng, mau nggak mau bikin saya panik juga, pas lagi mau bayar, dia baru sadar kalau kartu ATM nya nggak ada. Bongkar tas sana sini juga nggak nemu, duh! mana bank udah mulai libur dan baru buka tanggal 22, duh! duh! *panik kuadrat*

‘Kecelakaan’ kecil

Pas Gembili bilang mau jemput pake mobil Careta punya bapaknya, langsung berdoa semoga mobil tua itu nggak mogok di tengah jalan. Meskipun sepanjang jalan agak deg-deg an juga sih karna ngeliat gerak-gerik si pacar yang tampak belum menguasai setir mobilnya. Untungnya mobil gak mogok di tengah jalan, tapiiii…entah gimana pas diparkir tau2 melorot sendiri dan nabrak mobil yang dibawahnya sampai lampu depan mobil itu pecah. Agak gak enak gitu sih pas seisi resto heboh nyariin pemilik mobil yang ‘ngglondor’.. dan kami nggak ngeh kalo itu si Careta πŸ˜€ , pas selese makan barulah sadar, dan langsung panik karna pemilik mobil yang ketrabrak marah2 minta ganti rugi.. glek! mana kartu ATM hilang! huhuhu.. setelah permasalahan selesai, saya langsung bilang sama si pacar : AKU ENGGAK MAU NAIK MOBIL INI LAGIHH !!

Ticket Cancelled!

Hari yang ditunggu2 tiba. 22 Agustus 2012 sore, seperti rencana, saya janjian ketemu sama pacar yang berangkat dari jepara naik motor, dengan itenerary sbb : ketemuan sore, nganter motor ke tempat sepupu pacar, trus nonton Film Perahu kertas, beli oleh2 di pandanaran dan ngopi2 sebentar, baru malamnya jam 9 berangkat ke Surabaya naik bus.

Menjelang maghrib, saya teringat, waktu saya kembali memeriksa booking tiket di website Merpati, ada perintah untuk membayar biaya perubahan 12.000 IDR yang lalu saya abaikan karna tiket sudah dibayar via CC, status sudah confirmed, dan e-ticket sudah dikirim via email dan dicetak. Tapi karna penasaran, kami pun menelpon call center airlines tersebut, mencoba menanyakan biaya apakah itu.

Rasanya seperti disambar petir maghrib2 ketika mas-mas call center bilang kalau booking tiket kami dibatalkan karna belum ada pembayaran yang masuk.. padahal jelas2 status sudah confirmed sejak tanggal 7 Agustus! Duh, padahal saya udah bawa2 ransel besar dan udah menjelaskan panjang x lebar sama keluarga kalau perjalanan lewat Surabaya bakal menyenangkan sehingga mereka tidak perlu khawatir..aaaaakkkk!!!

Telpon ke call center bank penerbit CC juga tak membantu, karna dari data mereka pun juga ternyata nggak ada transaksi pembayaran pada tanggal tersebut.. *nangis darah*

Akhirnya saya dan Gembili buru2 mencari warnet terdekat untuk cari tiket pesawat lagi. Dalam keadaan panik dan hari yang semakin malam, ndilalah booking tiket aja kok ya susah banget, Air Asia yang pembayaran via ATM nya mbuh kenapa gak bisa-bisa, web baru citilink yang pengisiannya rumit, Garuda juga pembayarannya susah (padahal kalo di rumah ya lancar jaya). Dalam kepanikan, akhirnya saya terpaksa milih Lion Air, mahal dikit nggak papa deh, daripada nggak jadi 😦

Tepat jam 8 malam, kepanikan itupun berakhir sudah. Tiket dah di tangan, dan perjalanan pun bisa dilanjutkan sesuai rencana. Jam 10 berangkat ke Terminal, mencari bus patas tujuan Surabaya, dan paginya terbang ke Denpasar..ahh.. pengen cepetan tidur di bus rasanya…

 

 

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s