Berkunjung Ke Bandung

Gedung Sate Bandung (sumber: wisatanesia.com)

Kalau disuruh milih antara traveling sendiri atau pakai tour, tentu saja saya akan memilih traveling sendiri. Kenapa? Selain budgetnya lebih sedikit, saya juga lebih bebas mengeksplor tempat tujuan wisata tanpa harus menunggu peserta tour yang lain, bebas berlama-lama di tempat yang saya suka tanpa terbatas waktu, dan sebaliknya, bisa langsung pergi  jika berada di tempat yang saya kurang suka. Sayangnya pada kesempatan perjalanan saya ke Bandung akhir Oktober lalu, saya terpaksa harus ikut tour, karena kunjungannya sendiri adalah dalam misi khusus dari kampus tempat saya kuliah (yaya, saya belum lulus 😐  ). Jadi ibarat pepatah, sambil menyelam minum air, tapi sedikit.  Sambil KKL sambil jalan-jalan, tapi cuma sebentar. Gapapalah ya! 😀

Berangkat dari Semarang sekitar jam 8 malam, akhirnya kami tiba di Bandung menjelang subuh. Pak supir sempat kebingungan mencari lokasi wisma tentara yang akan dijadikan tempat transit sementara untuk mandi dan sarapan. Akibatnya, bus kami melaju pelan dan sesekali berhenti untuk kemudian pak kondektur turun dan bertanya kepada warga sekitar. Saya yang sudah terlanjur terjaga karena kedinginan, akhirnya Cuma bisa pasrah sambil melihat pemandangan di luar jendela yang masih agak gelap. Hmmm..banyak gedung-gedung cantik yang kalau dilihat dari bentuknya, kelihatannya gedung-gedung itu adalah bangunan lama. Pohon-pohon besar yang rindang, berjajar  rapi di sepanjang jalan yang kami lewati. Bus sempat berhenti persis di depan gedung yang mirip gedung sate. Teman-teman sibuk berdebat, saya Cuma diam mengamati. Ah, andai saja saya bisa turun sebentar..tapi kemudian busnya jalan lagi. Kesimpulan sementara, Bandung itu cantik!

Setelah melakukan aktivitas yang cukup bikin capek, akhirnya saat yang udah ditunggu-tunggu pun datang juga ; menuju ke hotel! Ya, perjalanan luar kota berjam-jam, naik bis, duduknya di belakang sendiri, kurangnya jam tidur, ditambah kegiatan formal dari pagi sampai sore membuat badan kami sangat merindukan kasur empuk! Nggak Cuma itu, perjalanan menuju hotel ini juga menandakan kalau kegiatan formal sudah selesai, dan kegiatan refreshingnya resmi dimulai! Yaay!

Hotel Ibis Bandung

yang kiri Trans Luxury, yang kanan Ibis (sumber : blog.rumah.com)

Hotel tempat saya dan rombongan kampus menginap ini letaknya di Jl Gatot Subroto Bandung, atau tepatnya di kawasan Trans Studio Bandung, satu komplek bareng The Trans Luxury hotel yang di-klaim paling mewah se Indonesia dan se Asia Tenggara (?) itu, dan juga Trans studio Mall. Orang-orang Bandung sendiri menyebut kawasan ini BSM, alias Bandung Super Mall. Sama seperti hotel Ibis yang di Semarang, hotel Ibis Bandung ini gedungnya juga ‘irit’ banget. Hanya satu bangunan yang menjulang ke atas. Meskipun begitu, hotel ini nyaman banget, dan yang paling penting, harganya juga terjangkau banget! Cocok buat kantong traveler kayak saya.. 😀

Lobby (pic by google)

Karena gedungnya ‘irit’, maka ruangan-ruangan di dalamnya termasuk kamarnyapun agak sempit.  Kamar mandinya apalagi..pokoknya Cuma cukup buat mandi satu orang. (lho emang biasanya berapa orang? 😀 ) Maksudnya, biasanya kami cewek-cewek ini sering banget berdandan rame-rame di kamar mandi, sambil ngeringin rambut (eh di Ibis Bandung ini ada hair dryer nya lho girls! *penting*), sambil pake mascara, sambil ngobrol juga karena cermin di kamar mandi hotel biasanya lebar. Buat saya sih yang penting kamarnya bersih, ada air panas plus water heater buat bikin kopi. Dan Ibis Hotel Bandung ini punya semua kriteria itu. Bonusnya, Pemandangan kota Bandung dari ketinggian yang terlihat dari mana-mana karena banyak kaca di hotel ini.

pic by google

Ada hal-hal baru yang saya temukan di hotel Ibis Bandung ini. Salah satunya adalah penggunaan kartu  kunci kamar hotel, atau bahasa kerennya hotel key card yang dijadikan alat untuk mengoperasikan lift.  Berhubung saya baru pertamakalinya nemu yang kayak gini, makanya malem itu saya yang kamarnya di lantai 17, nyasar sampai ke lantai 22! Gara-garanya saya mau naik bareng temen saya yang kamarnya di lantai 22. Saya pikir semua kartu bisa dipakai untuk naik ke lantai berapapun, ternyata masing-masing kartu sudah diprogram untuk bisa naik tetapi hanya ke lantai tempat kamar si pemegang kartu berada saja. Makanya ketika teman saya memasukkan kartu dan bisa menekan tombol 22, saya yang menekan tombol 17 malah panik sendiri karna nggak bisa bisa.. hahaha!!  Setelah mengumpulkan keberanian, akhirnya saya berhasil turun sendiri dengan selamat. Fiuh! Saya ini, naik lift sendirian saja takut, apalagi kalau sampai liftnya macet  trus sinyal ponsel ilang dan saya terjebak di dalamnya kehabisan udara, kemudian pingsan dan mati lemas di dalam lift…oke, kayaknya saya kebanyakan nonton sinetron.

Dengan adanya system kendali lift pakai RFID ini, tamu-tamu yang tidak menginap di hotel tentu saja tidak bisa seenaknya naik ke lantai atas kecuali dijemput sama mereka yang menginap. Ooo..begitu ya..

sumber: ibis.com

Hal baru lain yang saya temukan adalah coffee maker machine pas sarapan.. 😀 . Sejauh pengalaman saya di hotel-hotel, dari yang berbintang sampai yang nggak berbintang, biasanya kopi disajikan siap minum. Mau nggak mau ya harus minum itu, sedangkan kali ini ada pilihannya, mau kopi sachet yang sudah disediakan, atau bikin sendiri dari mesin espresso yang canggih. Biji-biji kopi utuh terlihat dari dalam kacanya. Wah! Saya langsung saja bikin sendiri! Lebih fresh! Dari skala 1-10, saya kasih nilai 8 untuk hotel Ibis Bandung ini.

Trans Studio Bandung

yang warna kuning adalah lintasan Yamaha racing coaster

Trans Studio ini adalah yang ke-dua setelah Trans Studio di Makassar. Yang di Makassar saya nggak masuk karena sudah terlalu capek setelah seharian trekking di Bantimurung. Tiket masuk Trans Studio ini sekitar 100-150 ribu Rupiah. Denger-denger sih kalo lagi musim liburan, antriannya bisa sampai 2 jam! Untungnya waktu itu bukan musim liburan, jadi sepi..hehehe.. :-p

Ada apa sih di dalam Trans Studio ini? Ada berbagai macam wahana permainan seperti di Dufan, ada roller coaster, rumah hantu, rumah ilmu pengetahuan,dll, bedanya, wahana di Trans Studio ini kebanyakan diadopsi dari nama dan karakter program-program acara di Transtv dan Trans7 seperti Dunia Lain, Jelajah…apa lagi ya? Nggak apal. 😀

Oh ya, di Trans Studio Bandung ini juga ada Yamaha Racing Coaster, yaitu roller coaster tercepat di dunia yang tak hanya melaju kencang ke depan, tapi juga mundur ke belakang dengan kecepatan yang sama. Roller coaster yang seperti ini katanya hanya ada 3 di dunia lho, 2 di Amerika, 1 di Trans Studio Bandung. Berani coba? Saya sih enggak.. 😀

Saya yang memang kurang begitu tertarik naik begituan yang bikin mual dan jejeritan , akhirnya malah bosan sendiri. Ditambah lagi keadaan saya yang lagi nggak fit, lagi capek dan ngantuk, membuat saya akhirnya hanya keliling-keliling saja sambil mengamati daripada malah kayak teman saya yang baru naik satu wahana trus langsung mual dan pusing sampe harus balik kamar. Wahana yang menurut saya seru seperti Jelajah (karna siapa tau ada mas Nico di dalamnya) dan yang kayak Niagara-gara di Dufan (enggak tau namanya) malah justru sedang direnovasi. Ya sudah, akhirnya saya masuk science center saja. Setelah itu keliling mall nya sebentar, dan balik ke kamar. Niatnya sih pengen keluar ke jalanan buat jalan-jalan sambil cari warung-warung yang jual makanan khas Bandung, tapi akhirnya nggak jadi karna kepala rasanya sudah berat sekali. Menunggu teman yang katanya mau kopdaran juga ternyata nggak datang. Yaaahh.. Malam yang terlewat begitu saja.

Pasar Baru Bandung

sumber : afinarentcar.com

Tujuan terakhir adalah Pasar Baru Bandung. Tour guide mengatakan bahwa pasar ini adalah pasar yang gedungnya seperti mall. Kita bisa menemukan apa saja di sana. Mulai dari baju, pernak-pernik, tas, sepatu, mukena, dan lain-lain, dalam harga yang murah. Letaknya dekat dengan Stasiun Kereta Api Bandung. Dan karena bus kami parkirnya agak jauh dari lokasi, makanya kami harus berjalan lumayan jauh untuk bisa sampai kesana.

Begitu sampai di area pasar baru, saya langsung teringat Pasar Johar di Semarang. Suasananya mirip. Tapi begitu masuk ke dalamnya, saya malah teringat sama Pasar Butung di Makassar. Bedanya, Pasar Baru ini lebih sejuk..hehehe..

Teman-teman sibuk belanja, saya seperti biasa, sibuk mengamati. Perlengkapan dari ujung kepala sampai ujung kaki, semuanya ada di sini. Barangnya lengkap, variannya banyak, harganya murah. Nggak heran kalau cewek Bandung modis-modis ya, mau cari baju, sepatu dan tas model apa aja ada!

Kalau nggak salah hitung, di Pasar Baru ini ada 4 lantai. Ada eskalator kayak di mall, bahkan ada bank di dalamnya. Ada yang jual gorengan dan ada yang jual minum keliling juga. Tempat ini sepertinya memang sudah di-set untuk mereka yang (betah) berlama-lama belanja.

Oh ya, seperti layaknya pasar yang ramai, sebaiknya anda berhati-hati dengan apa yang anda bawa. Sebaiknya sih anda membawa uang seperlunya saja, dan lebih memperhatikan posisi tas anda. Saran saya, sebaiknya tas anda, baik backpack ataupun tas slempang, ditaruh / digendong di depan saja seperti saya yang saat itu membawa tas slempang dan memeluknya di dada, biar aman!

Perjalanan ke Bandung pun berakhir sudah. Rasanya belum puas banget karena hanya mengunjungi sedikit tempat saja. Semoga besok ada waktu lagi ya buat berkunjung ke Bandung.. salam peuyeum!

ps: videonya menyusul yak! 😀

Advertisements

14 comments

    1. iyaa terimakasihh.. 🙂 .. wisata alam di bandung ada banyak kayak lembang, tangkuban perahu dll. kalau mau lebih lengkap bisa search di google 🙂

  1. last week sempet maen ke bandung, baru seharian menjelajahi ciwidey tapi sayang harus balik lebih awal gara-gara ga enak badan. blom sempat ngubek-ngubek kota bandung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s