Menelusuri Jejak Laksamana Tiongkok di Kuil Sam Poo Kong Semarang

sampookong depan

Bercerita tentang pengalaman traveling ke banyak daerah tetapi tidak menceritakan daerah tempat tinggal sendiri rasanya kurang afdol ya..hehehe.. setelah menulis tentang Lawang Sewu, sekarang saya akan menulis tentang Kuil (atau biasa disebut Klenteng) Sam Poo Kong Semarang. Ada apa aja di sana?

patung

Patung Laksamana Zheng He / Cheng Ho

Klenteng Sam Poo Kong dulunya adalah bekas tempat persinggahan seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam yang bernama Zheng He/ Cheng Ho. Klenteng yang juga disebut sebagai Kuil Gedung Batu ini terletak di daerah Simongan Semarang dan mudah sekali ditemukan.

IMG_1317

Ada beberapa cerita Β mengenai asal-usul dibangunnya Klenteng ini. Di satu versi dikatakan bahwa Sam Poo Kong dibangun untuk menghormati jasa Laksamana Zheng He, di versi lain mengatakan bahwa Sam Poo kong sengaja dibangun untuk tempat peribadahan orang-orang Tiongkok, padahal sang Laksamana sendiri beragama Islam. Meskipun ceritanya berbeda, tetapi tak mengurangi rasa kagum saya atas eloknya bangunan bernuansa China yang didominasi warna merah ini.

IMG_1262

Selain untuk keperluan wisata, Klenteng ini juga digunakan sebagai tempat untuk beribadah, jadi usahakan untuk tetap menjaga kesopanan ya selama berkunjung.. πŸ˜‰

IMG_1314

Klenteng ini terbagi menjadi dua area utama. Area pertama yaitu ketika kita pertama kali masuk dan langsung menuju lapangan luas dimana terdapat patung besar Laksamana Zheng He. Biaya masuknya murah banget. Rp 1.000,- Untuk pengunjung yang mengendarai motor, Rp.3.000,- untuk mobil, dan Rp. 15.000,- untuk bus. Area kedua yaitu area yang terdiri dari kuil-kuil untuk beribadah, Gua, serta kuil yang di dalamnya terdapat makam dan Kyai Jangkar. Kyai Jangkar adalah sebuah Jangkar besar yang diyakini sebagai jangkar kapal Laksamana Zheng He. Untuk masuk ke area ini cukup membayar Rp.20.000,- per orang. Kalau mau tahu sejarah lengkapnya, boleh pake jasa pemandu. Oh ya, di Klenteng ini juga tersedia persewaan baju kerajaan tiongkok lengkap lho, boleh tuh buat kenang-kenangan.. hehehe.. Gimana, tertarik untuk berkunjung? πŸ˜‰

Β sampookong

Notes :

1. Karena merupakan tempat peribadahan, jadi sedapat mungkin jagalah sikap dan kesopanan. Patuhi semua peraturan yang ada.

2. Batasi pengambilan foto terutama di tempat yang dianggap suci, demi alasan etika, meskipun tidak ada larangan untuk foto, misalnya di kuil yang di dalamnya terdapat makam.

 

 

Advertisements

6 comments

  1. Bayar tho saiki Mbak ?
    Waktu saya ke sana tahun 2007/2008 belum bayar … atau karena malem ya ?!
    Trus sama teman2 diajak makan es krim tenda Pak siapa itu (Pak Dul bukan?, Lali πŸ˜€ ) lanjut nongkrong di simpang lima, dan foto2 di kota lama …

    Terakhir diajak ke … Sunan Kuning … ha ha πŸ˜€
    Ditantang nyicip jamu cobra, tapi lihat prosesnya batal … πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s