Lima Jam di Wonosobo Part II : Kawah Sikidang

kawah

Setelah puas menghirup udara sejuk, nonton film dan ngemil-ngemil cantik di kawasan Dieng Plateau Theater (DPT), saya dan rombongan keluarga melanjutkan perjalanan ke tujuan kedua; Kawah Sikidang. Oh ya, ketika sampai di DPT, kami membeli tiket terusan yang bisa dipakai untuk mengunjungi beberapa tempat sekaligus seperti DPT itu sendiri, Kawah Sikidang, dan Telaga Warna Dieng. Jadi, cukup sekali bayar saja.

Dieng yang memang dingin semakin terasa dingin karena awan mendung tiba-tiba muncul berarak bagai selimut tebal yang dalam sekejap menutup langit dan mulai menjatuhkan titik-titik hujan pertamanya. Kedatangan kami ke kawah Sikidang disambut gerimis rintik.

077

Sambutan lain datang dari para penjual masker yang mengerubuti kami begitu turun dari mobil. Bau belerang memang langsung tercium ketika saya turun dari mobil. Walaupun sebenarnya baunya masih dalam batas wajar, tapi jika anda merasa butuh untuk memakai masker, nggak ada salahnya juga untuk membelinya.

Di kawasan Kawah Sikidang ini, yang bisa anda lakukan adalah melihat kawah. yaiyalah. Jalan kaki dari ujung ke ujung, mengamati beberapa spot menarik, menyewa motor trail, dan foto bareng kuda 😀

Saya sendiri memanfaatkan  waktu di kawah Sikidang untuk memanjakan mata. Melihat pemandangan hamparan luas dengan latar belakang gunung, dihiasi asap-asap yang berasal dari kawah belerang, plus udara yang dingin, adalah perpaduan yang pas.

078hujan deras

Sayangnya hujan deras mendadak turun. Membuat semua orang berlarian mencari tempat berteduh. Membuat kami terjebak dalam dingin. Hujan deras yang turun selama kurang lebih satu setengah jam itu memaksa kami untuk memilih pulang. Melewatkan tujuan terakhir yang menurut saya paling menarik; Telaga Warna.

Cerita jalan-jalan selama lima jam di Wonosobo pun berakhir karena saya harus kembali ke Semarang malam itu juga. Meskipun singkat, tapi senang! Wonosobo cocok banget buat berwisata khususnya buat saya, dan mungkin juga anda yang rindu sama hawa dingin khas pegunungan. Satu hal lagi, jangan lupa untuk mencicipi Carica, Tempe Kemul, dan Mie Ongklok khas Wonosobo ya! 😉

076

Advertisements

3 comments

  1. Kalo le dieng mending pas musim panas aja…….soalnya kalo ujan udah g bs ngapa2in wkwkwkwk…..takut jalan licin juga.

    Salam dari orang wonosobo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s