Say Hi To My New Partner

Sekali-sekali mau nulis tentang curhatan ah. Kali ini, saya pengen cerita sedikit tentang partner baru saya. Yang namanya partner itu pasti sering kemana-mana bareng, selalu kompak dan saling melengkapi, syukur-syukur, bisa menghasilkan sesuatu bareng (kok aneh ya?). Trus partner apaan itu? partner kerja? partner traveling? partner main? partner hidup?

It’s a camera. A mirrorless camera! yuhuu! akhirnya saya punya rejeki juga buat beli kamera sendiri. Orang-orang terdekat saya sudah lama tahu betapa saya pengen banget punya kamera sendiri. Betapa saya suka manyun kalau sedang pengen motret sesuatu yang menarik, tapi hasilnya kurang mantep karna cuma pake kamera hape ala kadarnya, seperti kebanyakan foto yang ada di blog ini. Kalo emang udah pengen dari lama, kenapa nggak dari dulu-dulu aja belinya? Ada dua alasan; pertama, tabungan belum cukup, kedua, kelamaan milih merk dan tipe kamera yang mau dibeli. Akhirnya, malah gak beli-beli.

Di tengah kegalauan itu, saya akhirnya memutuskan untuk mencari banyak referensi. Ya baca-baca banyak artikel, ya tanya-tanya sama beberapa teman yang lebih dulu punya kamera. Dari sekian banyak referensi itu akhirnya muncul satu pertanyaan dasar : kamu butuh kamera yang seperti apa?

Setelah menghabiskan waktu sekitar 345 hari, 5 jam, 30 menit untuk bertapa, (tapi boong), saya akhirnya menjawab pertanyaan itu. Saya suka traveling, saya butuh kamera yang kualitas gambarnya oke, tapi saya nggak perlu ribet bawa kameranya. Saya butuh kamera yang gampang dibawa kapan aja, dimana aja, syukur-syukur yang easy to share to smartphone, kalo ada.

IMG_20140111_185332

Pilihan saya jatuh kepada Sony Nex 5T. Bentuknya yang mungil ini gampang dibawa banget plus nggak terlalu “mencolok” seperti halnya DSLR. Kamera mirrorless (yang belum tau apa itu mirrorless, gugling sendiri yak!) ini sudah dilengkapi wifi dan NFC sehingga saya bisa dengan mudah mentransfer hasil jepretan saya ke smartphone dan menguploadnya ke akun social media yang saya punya. Selain itu, fitur remote Nex ini juga memungkinkan saya untuk menekan shutter melalui smartphone, jadi kalo pas pengen foto rame2, gak perlu lagi bingung cari siapa yang motret. Hehehe! Kelebihan lain, layar LCD Nex ini bisa diangkat 180 derajat sehingga memudahkan buat foto selfie. Halah!

Saya memang bukan fotografer. Tapi saya suka melihat foto-foto bagus, terutama foto-foto landscape alias pemandangan alam dan pemandangan mas-mas cakep. Dari sini, saya berharap suatu hari nanti saya juga bisa “menghasilkan” foto-foto yang tak kalah indah. Untuk itu, saya beli kamera “beneran”. Jadi ibarat akan maju perang, saya harus punya senjata.

Sekarang ini saya lagi seneng-senengnya belajar teknik fotografi sampai kadang lupa waktu dan lupa mandi. Sepertinya saya sudah mulai jatuh cinta sama dunia fotografi. Tapi satu yang saya takutkan  adalah jika suatu saat nanti saya sudah terobsesi dengan dunia ini, maka saya akan sibuk mencari cara untuk menghasilkan foto yang bagus dan saya akan lupa rasanya duduk berjam-jam mengamati birunya laut sambil mendengarkan riuhnya ombak yang berlomba memecah sunyi yang bersembunyi di dalam hati. Ah, semoga tidak.

berikut ini beberapa hasil jepretan saya. Jangan diketawain ya, baru belajar! 🙂

DSC00015

DSC00409

DSC00435

DSC01035

DSC01156

Advertisements

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s