Wajib Dicoba : Sate Klathak Pak Bari, Jogja

DSC00426

Berkunjung ke suatu daerah atau kota, nggak lengkap rasanya kalau nggak mencicipi makanan khasnya. Biasanya, semakin khas dan enak suatu makanan di sebuah daerah, lokasinya semakin jauh dari keramaian kota dan tempatnya semakin sederhana.

Jogja. Siapa yang tidak jatuh cinta kepadanya? Hampir tak ada. Pesonanya yang kuat terlalu erat mengikat kaki-kaki para pengunjungnya untuk datang dan mampir kembali ke kota ini. Untuk kembali pulang, untuk merasakan kentalnya budaya dan adat yang dipamerkan di setiap sudut kotanya, atau untuk sekedar mencari hal-hal lain yang berasal dari daerah yang istimewa ini. Contohnya : Gudeg.

Tapi ternyata tak hanya Gudeg saja yang istimewa dan khas Jogja. Ada satu lagi makanan yang membuat saya dan teman-teman saya (yang waktu itu sudah kekenyangan karena baru saja menghadiri acara pernikahan) sampai dibela-belain keluar hostel sekitar jam 11 malam hanya untuk mencari dan mencicipi makanan khas yang disebut : Sate Klathak.

Setelah melewati jalan yang cukup jauh dan sempat hampir tersesat, akhirnya sampailah saya di sebuah daerah yang cukup sepi, namun di salah satu warungnya terlihat cukup ramai dan…hangat.

DSC00386Jika anda menemukan papan ini di depan warungnya, you’re on the right way.

Pasar Wonokromo, Imogiri, Jogja. Tepatnya di Warung Sate Klathak Pak Bari. Senyum sapa hangat langsung menyambut kami. “monggo mas, mbak..”

Sate Klathak adalah sate kambing yang dibakar di atas bara api yang dihasilkan dari batu bara. Yang membuatnya berbeda adalah tusuk satenya yang menggunakan jeruji (besi) sepeda, tidak seperti sate biasa yang menggunakan kayu. Hal lain yang membuat sate ini “antimainstream” adalah bumbunya; garam dan merica, tanpa sambal kacang, tanpa irisan bawang merah dan cabe seperti sate-sate lain. Hanya ada kecap bagi yang suka. Rasanya bagaimana? Ini bagian cerita yang paling saya suka.

DSC00435perhatikan tusuk satenya..

Karena jeruji besi itu sifatnya menghantarkan panas, maka ketika sate kambing itu dibakar di atas bara api, panas itu akan menyebar dan merata ke seluruh bagian daging, termasuk di bagian tengahnya. Hasilnya, daging menjadi matang sempurna. Irisan daging kambing yang besar dan tebal itu jadi terasa sangat lembut di mulut. Soal asal nama Klathak, konon katanya sate ini bunyinya “klathak..klathak” ketika sedang dibakar.

DSC00382suasana di warung pak Bari

Malam yang semakin larut nyatanya tak menjadikan warung Pak Bari menjadi sepi. Tepat setelah kami menghabiskan tusuk terakhir, datang lagi serombongan orang ke warung yang hanya diterangi oleh beberapa lampu itu. Pak Bari dan asistennya pun tampak semakin sibuk bekerja. Tapi meskipun sibuk, beliau-beliau ini tetap mau meluangkan waktu untuk ngobrol sama saya yang waktu itu juga sibuk motret sana sini, sambil tangannya nggak berhenti mengerjakan setiap pesanan. Di warung sate Klathak Pak Bari ini juga menyediakan menu lain seperti gule.

DSC00392 ada juga menu lain

DSC00409Pak Bari yang sibuk

“ Rombongan saking pundi niki, mbak?” (rombongan dari mana ini mbak?)

“Saking Semarang, pak..” (dari Semarang, pak)

“Owalah, lha kok tebih, wonten acara menopo?” (kok jauh-jauh, ada acara apa?)

“acara kondangan pak.. hehe..”

“mbak motreti niki nggih?” (mbak lagi motretin ini ya?-sate)

“nggih pak” (iya, pak)

“lha mbok kula dipotret to mbak, kagem kenang-kenangan panjenengan” (saya difoto juga dong  mbak, buat kenang-kenangan mbak)

“beres pak!”

Begitulah. Tak terasa malam sudah berganti pagi. Kami pulang bukan hanya membawa perut kenyang, tapi juga membawa banyak cerita tentang Jogja, tentang teman-teman, tentang malam yang hangat, dan tentu saja tentang Sate Klathak yang istimewa,dan Pak Bari yang  dengan keramahannya akan membuat kami datang kembali ketika mengunjungi  Jogja di lain hari.

DSC00412Pak Bari in action 🙂

Advertisements

10 comments

  1. Weleh, pakai jari2 sepeda ?
    Kalau beli bawa pulang berarti dapat bonus jari2 dong … 😀 Atau disuruh kembalikan ?

    Bumbunya nggak pakai kecap, hanya garam & merica … apa nggak cuman Asin rasanya ?

    Bikin penasaran aja nih … 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s