Derawan : Akhirnya Sampai Juga

Derawan3

Schedule confirmed. Ticket issued. Akhirnya, hari yang saya tunggu-tunggu (banget) itu datang juga. Berangkat Kamis malam tanggal 27 Maret 2014 dari Semarang, saya lalu melanjutkan perjalanan menuju Jogja dalam keadaan badan yang nggak karuan karna masih flu berat. Biasalah kalo mau traveling harus menyelesaikan banyak kerjaan dulu, ditambah susah tidur karna too excited. πŸ˜€

Sampai di Jogja jam 11 malam, keadaan sekitar sudah sepi dan jalanan juga lengang. Untung saya langsung cepat dapat taksi, jadi saya bisa langsung meluncur ke hotel di daerah Prawirotaman untuk beristirahat bersama ketiga kakak saya. Eh sebentar, istirahat? Mana bisa istirahat kalo ketemu sama saudara yang lama nggak jumpa? Yang ada, kami malah asyik ngobrol sampai jam satu pagi. Untungnya jadwal pesawat jam 8 pagi (baca: agak siang) πŸ˜€

Kami menuju Bandara Adi Sutjipto Jogja jam 7 pagi tanggal 28 Maret 2014 dan langsung terbang sesuai waktu yang dijadwalkan, tanpa delay. Kami sampai di bandara Sepinggan, Balikpapan 2 jam setelahnya untuk transit. Transit tapi nggak ganti pesawat, jadi kami cuma ganti tempat duduk saja. Waktu setempat menunjukkan pukul 11 siang. Cuaca di luar mendung. Kami terbang lagi.

DSC02016_s

Sampai di Tarakan sekitar jam 1.30 siang. Kami berjalan turun dari pesawat keluar bandara dengan langkah yang cepat. Mas-mas penjemput kami marah-marah, katanya sudah ditunggu lama sama rombongan yang lain. Duh, tapi kan kami udah sesuai jadwal. Kami sempat bete di awal. Ya bayangin aja, masih capek abis jalan jauh udah disuruh cepet-cepet sampai panik sendiri.whew. Oh ya, kami menggunakan jasa derawantours.com

Kami semua lalu dibagi-bagi ke dalam 3 speedboat dengan masing2 speedboat berisi 12-15 orang. Speedboat ini mengingatkan saya sama speedboat dari Sanur menuju Nusa Lembongan. Bedanya, speedboat ini lebih terasa goncangannya, lebih tercium bau bahan bakarnya, dan lebih sakit pantatnya. Berasa naik banteng matador gitulah. Pegel bok! πŸ˜€

Derawan5

Saya mungkin termasuk di antara sekian orang yang kepedean, naik speedboat tanpa minum obat anti mabok. Dalam hati saya mikir β€œhalah, kan saya udah sering naik kapal, pas nyebrang ke Bali, pas di Makassar, sama pas ke Nusa Lembongan, dan waktu itu nggak mabok. Jadi, amanlah”. Hey, itu kan Cuma 25-45 menit aja Mbandah, lha ini, 3 jam! πŸ˜€

Keadaan di Speedboat kira-kira seperti ini; 15 menit pertama, semua orang masih ceria, masih ketawa-ketiwi, ngobrol sana-sini sambil motret-motret. 15 menit kedua, sudah mulai tenang, hujan turun, ombak semakin terasa mengguncang2, beberapa ada yang sudah merem, menahan diri supaya nggak mabok laut. 15 menit ketiga sampai sisa waktu, kapal sudah benar-benar sepi, beberapa sudah teler, ada yang sudah muntah-muntah. πŸ˜€

Saya sendiri lebih memilih diam dan merem. Demi kemaslahatan umat πŸ˜€

Derawan4

Speedboat terasa melambat. Tapi saya belum bisa melihat apa-apa karna sisi samping masih tertutup terpal yang melindungi kami dari hujan di sepanjang jalan tadi. Eh, sepanjang tengah laut.

Sampai akhirnya mesin speedboat benar-benar dimatikan, akhirnya kami membuka terpal-terpal itu dan…

 

Mata saya terasa hangat.

derawan1

Tuhan, akhirnya saya sampai di sini juga..

Selamat datang.

bersambung..

 

Advertisements

12 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s