Derawan : Pulau Pasir yang Misterius

edit1

Setelah perjalanan yang melelahkan dari Jogja menuju Derawan dan dilanjut jalan-jalan keliling pulau sampai kaki pegel (gapapalah demi kalori yang terbakar 😛 ), malamnya kok ya masih begadang sampai tengah malam. Emang ya kalo pas liburan itu pasti gak kerasa capek. Beda sama pas kerja. *eh*. Agenda kami malam itu (dan malam-malam berikutnya) selalu sama : transfer dan upload foto. Hehehe! Apalagi smartphone CDMA saya ini bener-bener gak dapet sinyal dari pertama nyampai bumi Kalimantan. Jadinya malem hari pas gak ada kegiatan ya dijadikanlah waktu untuk ngemis wifi demi bisa ngurusin social media. Penggemar kan butuh disapa juga. 😛

Eh tapi, ada bagusnya juga smartphone saya mati, saya jadi bisa lebih menikmati setiap detik perjalanan. 🙂

Menikmati setiap detil keindahan

edit3

Ajakan liat sunrise tinggalah ajakan. I guess I’m not a morning person. Apalagi kalo malemnya begadang. Y awes, bangun langsung sarapan dan cuss berangkat. Mandi? Apa itu mandi?

Mas Guide bilang kalo agenda pagi ini, 29 Maret 2014, adalah snorkeling di tengah laut, di salah satu spot yang karangnya bagus, plus main ke pulau pasir. Perjalanan naik speedboat ditempuh selama 45 menit. Ah, Cuma sebentar. Amanlah. Gak usah minum obat anti mabok 😀

Semua peserta sudah dibekali dengan alat snorkeling lengkap (snorkel, vest, fin). Meskipun sempet bikin sebel di hari pertama, tapi mas-mas guide ini baik dan helpful sekali kok. Nada bicara mereka memang agak tinggi, mirip orang Makassar. Tapi it’s just an accent.

Berada satu rombongan bersama orang-orang tak dikenal memang butuh kesabaran dan kelapangan hati. Yang luas sekali. Seperti rombongan kami yang digabung sama total sekitar 39 orang dari berbagai kota dan latar belakang. Ada keluarga yang traveling sekeluarga besar (termasuk opa-omanya), ada yang bawa balita, ada yang tiba-tiba muntah begitu saja di speedboat, gak bawa plastik dan saya di sebelahnya 😐 , ada yang bawa DSLR gede tapi kemudian kebingungan sendiri takut kena air dan selalu mengingatkan temannya untuk bawa tongsis tiap kali sampai ke satu pulau, ada suami istri yang “tak terpisahkan” banget sampai duduknya HARUS selalu seblahan dan rangkulan :-|, ada pula yang pendiem tapi dalam pikirannya ketawa-ketawa liat tingkah polah orang lain (baca: saya).

Tapi itulah serunya traveling. Kita jadi tahu bermacam-macam tipe dan karakter orang. Ada yang nyenengin, ada yang nyebelin. Kita harus bisa menerima keberagaman. Kalo ga bisa nerima ya sudah, di rumah aja. 🙂

edit4

Speedboat terus melaju seperti banteng yang marah sehingga membuatnya melonjak-lonjak dan mengaduk perut saya. Gelombang air pagi itu rasanya lebih dahsyat dibanding hari sebelumnya. Saya jadi inget film Life Of Pi. Gimana ya seandainya…ah sudahlah. Saya kembali memandangi laut lepas sambil sesekali berharap agar hujan nggak turun. Langit di atas terlihat mendung. Langit di depan tampak kelabu. Seperti hatiku. Halah.

Kami sampai di tengah laut. Mau ngapain? Snorkeling! 3 speedboat diikat satu sama lain, tangga kecil diturunkan ke air. Satu-persatu peserta mulai turun ke air dengan takut-takut. Sepertinya dari sekian banyak peserta tour yang kelihatan expert ini, 90% di antaranya nggak bener-bener expert. Termasuk saya. Hehehe! Saya yang tadinya ragu-ragu nyebur , akhirnya beneran nggak nyebur. Saya cuma bisa sedih memandangi karang2 yang diinjaki..

Derawan13

Puas snorkeling, kami melanjutkan perjalanan di sebuah pulau kecil bernama pulau pasir. Disebut demikian karna pulaunya memang Cuma terdiri dari pasir putih saja. Nggak ada tumbuhan. Konon katanya, kalau pas pasang, pulau ini “hilang”

pasiramenduuungg

pasirb

pasircDerawan di depan sana..

pasir4

Saya langsung turun dan guling-guling di pasir. Jalan dari ujung ke ujung, isinya Cuma pasir. Tenang dan menyenangkan! Sayangnya mendung masih saja menggantung di langit dan warnanya semakin gelap pekat. Saya Cuma ambil beberapa foto saja dan menghabiskan sisa waktu tiduran di pasir. Oh nikmatnya..

teler

Tuhan, beri kami cuaca cerah besok

Hujan mulai turun, kami dipanggil sama mas guide untuk kembali ke speedboat. Kami kembali ke Derawan. Ternyata dekat sekali pulaunya. Hanya sekitar 5 menit perjalanan.

Setelah makan siang, kami diminta kembali ke penginapan untuk istirahat dan akan dipanggil kembali untuk snorkeling di sekitar penginapan jam 3 sore. Tapi sampai jam 4, tak ada panggilan. Akhirnya kami jalan-jalan sendiri mencari spot sunset di sekitar pulau. Bener-bener gak ada capeknya!

Kami berjalan menuju dermaga dekat pantai. Di sana, ada banyak anak2 kecil sedang bermain. Mereka melompat ke air dengan berbagai gaya. Kami tergoda untuk bergabung 😀

DSC02289_s

jump1

jump2

jump3my brother

 

Tak lama kemudian, dermaga dipenuhi oleh pengunjung lain dan suasana mendadak ramai. Kami memilih untuk minggir dan naik banana boat. Percaya atau enggak, ini pertama kalinya saya naik ban karet yang bentuknya kayak pisang itu. Kalau saja langitnya gak sebiru kemaren dan pemandangannya gak se-awesome kemaren, mungkin saya udah bosen di tengah jalan.

D2D12

Kami kembali untuk makan malam. Seperti biasa, mas guide menyampaikan agenda untuk besok. Katanya, kami akan dibawa keliling 3 pulau ; Maratua, Kakaban, dan Sangalaki. Perjalanan besok dijadwalkan akan memakan waktu seharian, dari pagi sampai sore, jadi, kami diminta untuk istirahat.

Istirahat? Apa itu istirahat? 😛

Bersambung…

 

 

 

Advertisements

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s