Derawan : Jelajah Pulau Maratua, Kakaban, dan Sangalaki

maratua1

Agenda untuk hari Minggu, 30 Maret 2014 adalah jalan-jalan keliling 3 pulau; Maratua, Kakaban, dan Sangalaki. Jam 8 pagi, kami sudah selesai sarapan dan menuju ke speedboat masing-masing untuk memulai perjalanan. Tak lupa, peralatan snorkeling kami ikut dibawa. Saya merasa super excited. Mungkin peserta lain juga.

Tujuan pertama kami adalah pulau Maratua. Sepanjang perjalanan, saya tak henti-henti membayangkan, kira-kira seperti apa penampakannya. Berita baiknya adalah: hari itu cerah. Tak tampak awan mendung sedikitpun.

Tuhan, hari ini cerah. Terima kasih.

Laju speedboat melambat. Pertanda kami sudah mau sampai. Birunya air di sekeliling pulau itu membawa saya kembali ke Februari 2012 ketika saya pertama kali berkunjung ke pulau Nusa Lembongan.

maratua2

Same color . Same emotion.

Dermaga dan jembatan-jembatan panjang seperti di Derawan masih bisa kami temui di sini. Sayangnya, kami hanya diperbolehkan untuk bermain main di pinggir pantai saja. Tapi tak apalah.

maratua3

maratua4

Karang di pulau Maratua ini cukup bagus dan sehat, tapi air yang sangat dangkal di pinggiran malah membuat saya susah untuk snorkeling. Di sini, saya mendapat luka pertama akibat kena karang. Hanya tergores sedikit, tapi bekasnya belum hilang sampai sekarang. Kenang-kenangan.

Setelah hampir satu jam, kami dipanggil untuk kembali ke speedboat dan melanjutkan perjalanan ke pulau berikutnya; Kakaban.

Pasti sudah banyak yang tahu ya kalo pulau Kakaban, tepatnya di danaunya, adalah “rumah” dari kumpulan Stingless jellyfish alias ubur-ubur yang tidak menyengat. Saya sendiri penasaran banget, saking penasarannya, saya sampai membaca artikel tips-tips berfoto bersama ubur-ubur 😀

Sesampainya di pulau Kakaban, ternyata speedboat kami nggak langsung berhenti di tepi dermaganya, tapi malah di tengah-tengah laut dekat pulau. Kami diberitahu kalau ada spot snorkeling cantik di sekitar situ. Mas Guide nya bilang kalau gugusan karang di bawah speedboat kami yang dalamnya sekitar 25-30 meter ini bentuknya mirip palung. “kalau ragu-ragu dan nggak berani, mending nggak usah”, gitu katanya. Waduh.

Saya ini nggak bisa renang, udah gitu, suka panik sendiri kalo di dalam air. Riwayat snorkeling saya baru di Pulau Kodingareng Keke, Makassar, dan Nusa Lembongan yang arusnya luar biasa kenceng. Pokoknya saya penakut banget deh sama air, kalopun bisa snorkeling, itupun harus pake vest atau pegangan sama seseorang. *ihik

Tapi masa iya udah sejauh ini gak ikutan nyebur? Ah rugi!

Byur! Saya nyebur juga. Dan untuk pertamakalinya…

Saya jatuh cinta

DCIM101GOPRO

DCIM101GOPRO

Karang di samping saya sungguh indah. Seperti dinding. Saya terus mengayunkan kaki.

DCIM101GOPRO

Berenang.

Saya mengarahkan go pro pinjeman ke samping kiri, berharap bisa memotret banyak. Saya terus berenang. Kadang airnya terasa hangat, kadang dingin sampai menusuk tulang. Ketika sampai di bagian yang dingin, saya langsung merasa ngeri, saya minggir lagi.

Hanya ada suara gelembung-gelembung udara.

Tenang.

Tiba-tiba Mas Guide ikut berenang di sebelah kami. Dia berkata kalau kami harus menuju kapal di dekat dermaga. Buset, jauh banget! Ada kali 1 mil. Tapi lalu dia berkata lagi, kalo capek, bisa kembali ke speedboat yang tadi, trus bareng-bareng menuju dermaga. Tapi kalo masih kuat berenang ya boleh-boleh saja kalo mau snorkeling sampai dermaga. Huah!

Adrenalin saya mengalir deras.

Saya melanjutkan snorkeling! 1 mil !

Begitu keluar dari air, baru deh kerasa pegelnya hahaha! Mau naik dermaga aja rasanya kaki udah berat banget.

kakaban1

kakaban3

kakaban4

 

kakaban5

DSC02568_s

D4

edit1

Pemandangan di sekitar pulau tak kalah cantik. Tapi saya nggak menduga sebelumnya kalau bakal serame ini. Too crowded. Too many people. Mungkin efek long weekend.

Sambil menunggu makan siang dibagikan, saya keliling sebentar.

Kami masuk ke Danau Kakaban dengan sangat hati-hati karena kayu-kayu yang kami injak dalam keadaan basah dan potensial bikin kepleset. Kami jalan cukup jauh di tengah-tengah pepohonan yang tinggi dan rimbun. Perlahan, pemandangan di depan sana semakin jelas terlihat.

kakaban6

Ini dia, Danau Kakaban.

kakaban7

Kami diwanti-wanti untuk tidak memakai fin saat berenang soalnya nanti ubur-uburnya bisa kena. Dari artikel yang pernah say a baca juga, disarankan untuk tidak banyak bergerak karena lumpur yang berada di dasar danau akan membuat air keruh jika kita terlalu aktif. Tapi melihat keributan yang ada, kayaknya udah terlambat deh 😀

Kami hanya bertemu dengan 4-5 ubur-ubur saja. Mungkin yang lain ketakutan melihat ‘ganas’nya pengunjung. Beberapa diantaranya malah sengaja mengangkat ubur-ubur itu ke atas air pakai tangan demi bisa berfoto. 😦

Screenshot_2014-04-09-21-03-36

Ah, saya sedih.

Maafkan kami ya, ubur-ubur.

Selesai main sama Ubur-ubur, perjalanan lanjut ke pulau terakhir, Sangalaki.

Pulau kecil ini cantik. Rombongan diajak untuk melihat tukik. Tapi kami sudah terlalu malas dengan keributan yang ada, jadi, kami memilih untuk menjauh, mencari tempat yang masih sepi. .

DSC02656_s

Selesai leyeh-leyeh di Sangalaki, kami kembali menuju Derawan dan sampai di sana tepat sebelum sunset.

Tapi kami sudah terlalu lelah seharian. Akhirnya, kami menghabiskan waktu menunggu sunset di sekitar penginapan.

Not Bad. 🙂

D7

 

banana

 

Bersambung…

 

 

 

 

Advertisements

11 comments

  1. Mb, mau nanya dong, mb ikut tur apa? atau ngatur perjalanan sendiri? Kira-kira biaya berapa mb? Oh ya, btw ak suka bgt laut tp gak bisa diving, snorkeling jg br di pink beach, bidadari island dan bunaken, krn ribet nafas dr mulut dan mgkn krn takut jd kdg mending ak pake kacamata renang aja tp jdnya gak bisa terlalu lama di dalam air. Tipsnya apa tuh mb kok tiba2 jadi berani?

    1. Hi Dwinita, kemarin saya pake jasa derawantours.com . ada berbagai macam paket yang bisa dipilih sesuai budget kamu, tinggal intip saja di websitenya.. hehe..
      tiba2 jadi berani karena takjub sama pemandangan bawah lautnya.. yang tadinya takut, jadi penasaran pengen liat lebih jauh 🙂

      1. Nan itu bagus beneran itu klo bersih. Di lokasi wisata lainnya juga ada yang dibatasi jalan pengunjung nya. Agar tetep terpelihara. Tempat nya tetep jempol deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s