Piknik Seru di Curug Sewu

DSC06402

Halo! Ternyata udah lama ya nggak posting cerita jalan-jalan sejak pulang dari Derawan. Saya memang belum kemana-mana lagi setelah bulan April. Paling cuma ke kota-kota tetangga plus keliling Semarang dan sekitarnya yang saya rasa nggak perlu ditulis di blog karena biasa-biasa saja. Padahal nulis cerita jalan-jalan di kota tempat tinggal kita sendiri itu sebenernya seru juga lho. Ibarat sebuah benda di dalam rumah, mungkin kita menganggapnya terlalu biasa dan nggak perlu diceritakan ke banyak orang hanya karena barang tersebut sudah berada di situ selama bertahun-tahun, di tempat yang sama, dan kita lihat setiap hari. Tapi kalau mau ditelusuri dan digali lagi, sebuah benda lama di dalam rumah bisa jadi punya banyak cerita. Dari mulai cara mendapatkannya, sampai alasan kenapa benda tersebut di tempatkan di sudut itu.

Sama seperti piknik saya hari Sabtu kemarin, 15 November 2014 bareng temen-temen Lensa Manual Semarang ke daerah Boja-Kendal dan sekitarnya. Acara piknik yang sebenernya nggak dadakan karena sudah direncanakan beberapa hari sebelumnya ini, pada akhirnya menjadi dadakan juga karena saya baru memutuskan untuk ikut di Jam 12.30 paginya 😀 .

Boleh dibilang, ini adalah piknik pertama saya bareng temen-temen fotografer. Terus terang, saya agak minder kalo dapet ajakan “hunting”, atau “street photography” dan sejenisnya. Istilah-istilah tersebut membuat saya merasa harus pulang membawa foto yang bagus dan itu terasa sangat membebani pikiran bagi saya yang belum pinter motret ini. Itulah kenapa saya sering menolak ajakan temen-temen fotografer. Tapi berhubung ini adalah ajakan piknik, jadinya saya bersemangat pengen ikut. 😀

Saya bersama 3 teman lainnya berangkat dari Semarang sekitar jam 5.30 pagi naik motor. Kami melewati jalur Mijen-Boja-Singorojo-Curug Sewu yang keadaan jalannya sungguh owsom sekali. Melewati hutan-hutan sejuk, kampung-kampung kecil, sawah-sawah, turunan, tanjakan, melihat rumput-rumput hijau, kerbau-kerbau, barisan bebek, mendengar suara air dan merasakan semilir angin menyapa lembut setiap helai rambut.

Pemberhentian pertama kami adalah di sebuah jalan di daerah Limbangan. Di pinggir jalan tersebut ada pemandangan persawahan yang terhampar luas. Hal yang sudah biasa banget saya lihat sebagai seorang “anak gunung”. Tapi melihat teman-teman antusias mengeluarkan kamera dengan bermacam lensa dan filter yang dibawanya, saya tiba-tiba jadi ikutan tertarik melihat pemandangan yang “beginian”. Terlebih ketika melihat hasil jepretan mereka yang bagus-bagus. Saya jadi pengen ikutan jepret. 😀

limbangan2pemandangan beginian

Pemberhentian kedua adalah Jembatan Singorojo. Tepatnya, di bawah jembatan. Banyak hal menarik yang bisa difoto sebenernya, tapi berhubung saya ngantuk dan lapar, saya memilih untuk duduk-duduk saja hehehe 😀

DSC06393Sesaat sebelum tepar kelaparan #bhahak

Perjalanan kami lanjut lagi setelah makan menuju Curug Sewu. Ada apa saja di sana? Ada air terjun, ada pemandangan dari atas bukit yang adem dan spektakuler, ada warung-warung makanan dan tempat-tempat duduk untuk bersantai sambil melihat pemandangan. Biaya masuknya IDR 5200 saja. Not Bad. Cocok buat keluar sejenak dari kegiatan sibuk dari senin sampai Jumat. Sampai ketemu di piknik berikutnya ya! 😉

curug1

curug

DSC06412

Special thanks to : Mas Pur (Pak RT), Mas Aryo & Kak Bene dari Lensa Manual Semarang

Advertisements

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s