Flores Trip : Labuan Bajo yang Menyenangkan

DSC06641Penumpang yang terhormat, sebentar lagi kita akan mendarat di bandara Komodo, Labuan Bajo

Halo. Ketemu lagi di penghujung tahun 2014 yang (semoga) menyenangkan buat saya dan anda semua ya.. πŸ™‚ . Kali ini saya mau cerita tentang perjalanan saya ke Flores, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 4- 8 Desember 2014 kemaren. Iya, baru aja. Kulit juga masih hitam dan belang di mana mana nih. πŸ˜€

Sebelum cerita tentang perjalanannya, saya mau curhat sedikit. Ceritanya, saya memang sudah lama banget pengen ke Flores, ke Pulau Komodo, dan ke Pink Beach. Tapi lagi-lagi, saya Cuma bisa mimpi. Saya Cuma bisa ngiler sambil browsing-browsing tentang tempat-tempat tersebut. Saking pengennya, saya sampai kepedean ikutan salah satu kontes foto kelas dunia yang diadakan sama salah satu perusahaan maskapai penerbangan di Indonesia, demi bisa memenangkan hadiah utamanya : Photo Hunt ke Flores. Walaupun akhirnya ngga menang juga, lha wong foto-foto saya ini.. ah.. apalah. At least saya sudah mencoba. πŸ˜€

LP floresFlores, Best in Travel 2015 via Lonely Planet

Tapi mimpi itu mandiri. Dia punya kaki dan bisa jalan sendiri. Kita hanya perlu menanam dalam. Membiarkan semesta bekerja sama dengan alam.

Lebaran kemarin pas kumpul sama kakak-kakak, saya sempat mengutarakan keinginan saya buat traveling ke suatu tempat pada bulan November, di hari ulang tahun saya. Waktu itu saya bilang pengen ke Lombok. Tapi entah bagaimana awalnya, tiba-tiba kami sepakat untuk pergi ke Flores, Nusa Tenggara Timur. Yeeay!

Labuan Bajo

Saya berangkat tanggal 4 Desember 2014 dengan mengambil rute JOG – DPS – LBJ. Start mulai jam 6.30 pagi dari bandara Adi Sutjipto, turun sebentar di bandara Ngurah Rai, dan sampai di bandara Komodo, Labuan Bajo sekitar jam 4 Sore WITA.

Mendung menyambut saya begitu turun dari pesawat kecil berbaling-baling. Saya sempat melihat-lihat sekeliling landasan yang ternyata dikelilingi bukit-bukit yang warnanya cukup indah jika dipadukan dengan mendungnya langit.

20141208122333bukan ngiklan. semata-mata karna males nge-crop. mwehehehehe

Adalah BayView Gardens, hotel tempat kami menginap semalam di Labuan Bajo. Hotel yang dari jalan β€œngga kelihatan” ini adalah hotel yang lokasinya berada di bukit. Literally, bukit. Untuk menuju kamar saja, saya sampai ngos-ngosan karna dapet kamar di tempat yang paling tinggi. Jangan membayangkan ada lift ya! Semuanya jalan kaki. Tapi rasa lelah itu hilang ketika mendapati bahwa saya mendapat kamar dengan view yang cakep abis. Kamarnya-pun oke. This is it. Liburan dimulai.

DSC06722iya, belum mandi. 😐

Satu hal yang membuat saya-antara merinding-dan terharu adalah ketika mendengar Adzan Maghrib, tepat ketika saya baru saja menaruh ransel di dalam kamar dan duduk di luar sambil melihat view maha luas di depan mata. Adzan yang ini terasa beda. Seakan mengiringi matahari yang perlahan tenggelam di depan mata. Pemandangan yang jarang ditemui di kota tempat saya tinggal. Sungguh menggetarkan hati. Untuk sesaat, saya termangu.

Saya merasa kecil.

Kami β€œturun” untuk pergi makan malam di sebuah restoran. Perjalanan menuju ke restoran itu pun lagi-lagi harus dengan jalan kaki, menuruni bukit, dan melewati kampung-kampung kecil. Pulang ke hotelnya jalan kaki lagi? Enggak. Kami naik taksi. Hehehe! πŸ˜€

DSC06673

Badan rasanya sudah capek tiada tara. Tapi melewatkan pemandangan malam di Labuan Bajo sepertinya sayang ya. Akhirnya saya pun memilih untuk duduk di depan. Melewatkan malam, mengamati kelap kelip lampu kapal di kejauhan, diiringi lagu dangdut yang kenceng banget yang sepertinya berasal dari salah satu rumah penduduk yang sedang punya acara nikahan. Seperti Adzan Maghrib dari masjid kecil tadi, lagu dangdut inipun menggema ke seluruh kota.

Rencana hunting sunrise tinggalah rencana. Saya terbangun dalam keadaan sudah terang benderang. Dengan back sound suara kapal yang seakan bersahutan. Saya duduk di luar. Menyaksikan detik-detik matahari meninggi. Semakin tinggi matahari, semakin cantik pemandangannya. Labuan Bajo adalah tempat yang menyenangkan. Seandainya ada kesempatan, saya mau kembali lagi ke sana. Sayangnya saya harus buru-buru pergi, menuju pulau Kanawa dan stay di sana selama 3 hari. Seperti apa serunya? Tunggu di tulisan berikutnya. πŸ˜‰

DSC06744sarapan dari depan kamar yang terasa enak banget.

DSC06762

DSC06767

Advertisements

13 comments

  1. Lansekapnya keren. Masih bersih dari polusi udara, langitnya pun biru sempurna.
    Ditunggu tulisan selanjutnya πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s