Ullen Sentalu : Mengenal Budaya Jawa Lebih Dekat

ullen sentalu 1

Jogja. Sebuah kota yang di mata sebagian besar orang terasa istimewa. Begitu istimewanya sampai beberapa musisi ikut mengabadikannya dalam lagu-lagu mereka. Budayanya, suasananya, makanan khasnya, tempat-tempat wisatanya, penduduknya yang ramah, semuanya seakan mempunyai daya tarik seperti magnet yang mampu membuat siapapun ingin selalu kembali “pulang” ke Jogja. Yang setuju angkat tangan!

Bagi Saya sendiri, sebenarnya Jogja tak begitu banyak menyimpan kenangan. Dalam satu tahun, kunjungan saya ke Jogja bisa dihitung jari. Seringnya sih cuma nunut nginep semalem sebelum terbang ke luar pulau. Tapi meskipun demikian, bukan berarti saya nggak punya referensi tempat main yang asik di Jogja lho ya! *nggaya* . Eh tapi beneran, tempat main yang mau saya review kali ini asik banget. Cocok buat segala umur (kawula muda dan kawula tua), dan yang pasti, sarat ilmu pengetahuan, khususnya pengetahuan tentang budaya Jawa. Sesekali boleh lah gaul di tempat beginian, sambil ngopi sambil nguri-uri budaya jawi. Bhihik.

Namanya : Ullen Sentalu; Museum Seni dan Budaya Jawa. Lokasinya ada di daerah Kaliurang dengan udara yang dingin sejuk karena berada di daerah pegunungan. Ullen Sentalu sendiri merupakan akronim dari ulating blencong, sejatine tataraning lumaku , yang artinya museum ini berfungsi seperti lampu penerang bagi kebudayaan Jawa yang kian meredup dan terkikis oleh perubahan Jaman. Dengan kata lain, museum ini memiliki misi melestarikan kebudayaan Jawa.

Ada apa saja di Ullen Sentalu? Ada cerita tentang gamelan dan tari-tarian, ada foto tokoh-tokoh Jawa jaman dulu dan jaman sekarang, Lukisan-lukisan, batik dengan berbagai corak dan filosofinya, cerita-cerita sejarah dari peristiwa di masa lalu yang dialami oleh para bangsawan keraton Jogja dan Solo, puisi-puisi , ah, pokoknya banyak banget hal menarik yang bisa kita lihat di sana! Trust me.

ullen sentalu 2

Hal penting yang perlu anda ketahui jika ingin berkunjung ke Ullen Sentalu adalah bahwa kita harus membeli tiket masuk terlebih dahulu. Setelah itu, kita masih harus mendaftar ke petugas yang stand by di pintu masuk museum. Petugas ini nantinya akan membagi kita dan rombongan lain dalam kelompok-kelompok yang akan masuk bersama satu orang pemandu. Supaya tertib dan bisa lebih paham gitu. Seru deh. Kita akan dibawa keliling museum selama kurang lebih 50 menit.

Hal lain yang perlu anda ketahui dan wajib anda perhatikan baik-baik adalah; dilarang memotret sembarangan. Jika anda adalah orang yang hobi foto dan selfie, tolong tahan hasrat foto-foto anda selama berada di museum ini, walaupun mungkin ada satu kesempatan dimana sang pemandu sedang tidak memperhatikan atau sedang fokus ke hal lain, please don’t. Nanti para pemandu akan memberitahu di mana saja tempat yang boleh difoto dan mana yang dilarang. 🙂

Selain Museum, di Ullen Sentalu juga ada café serta artshop dan butik. Kebetulan saya juga sempat mampir ke butik dan mencicipi makanan dan minuman di cafenya ; enak dan tempatnya nyaman banget. Cocok buat leyeh-leyeh setelah tur museum.

Ullen Sentalu yang sarat pengetahuan ini harusnya bisa dinikmati dengan khidmat sambil mendengarkan narasi dari sang pemandu dalam suasana yang sepi dan syahdu. Sayangnya ketika saya berkunjung ke sana beberapa waktu lalu, saya masuk bersama rombongan piknik ibu-ibu dan bapak-bapak yang super berisik. Bergurau kesana kemari, ada yang ngeyel motret sampai ditegur sama pemandu, ada yang menyentuh arca padahal jelas-jelas ada tulisan dilarang menyentuh, dan mereka ribut sekali pengen cepet-cepet foto-foto. Saking berisiknya, sampai-sampai Mbak pemandu kewalahan mengatur rombongan ini dan sampai teriak-teriak ketika menjelaskan. Duh, apes sekali saya. Mbak pemandu yang melihat saya menggerutu, tiba-tiba berkata “kalau pengen lebih sepi, mbak bisa coba datang pas hari kerja”. Oh begitu ya. Bisa dicoba! 😀

Di akhir tur, tiap peserta mendapat satu gelas jamu untuk diminum di tempat. Pemandu juga akan membagi kertas penilaian kepada satu sukarelawan untuk kemudian dipilih berdasarkan tingkat kepuasan. Melihat mbak pemandu yang sudah bekerja keras dan pastinya capek, tapi tetep sabar bercerita dan menjawab pertanyaan demi pertanyaan, rasanya tepat sekali kalau saya memberi penilaian “excellent”.

Demikianlah cerita singkat kunjungan saya ke Ullen Sentalu, museum yang membuat saya sadar kalau budaya Jawa itu sungguh tak ternilai, dan sebagai orang Jawa, malu rasanya kalo sampai nggak mengenal budayanya sendiri. Kalau ada kesempatan, saya pengen bisa berkunjung ke sana lagi. 🙂

Info lebih lanjut tentang Ullen Sentalu bisa dilihat di web Ullen Sentalu : ullensentalu.com

sumber foto : facebook page Ullen Sentalu

Advertisements

9 comments

      1. iyaaaaaa \o/
        niyat banget tuh kemaren biar naksi abis ratusan ribu juga. but it was worth every dime! ke sana lagi juga mau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s