Honeymoon ke Makassar dan Tanjung Bira

bandara Makassar

Sultan Hasanuddin Airport

Halo ! setelah dua tahun lebih blog ini saya abaikan, akhirnya saya kembali lagi. Waktu itu saya memang mulai kurang bersemangat menjadi “travel blogger” melihat semakin banyaknya travel blogger yang bermunculan. Selain itu, dengan menjadi “travel blogger”, saya merasa “punya kewajiban” untuk menuliskan setiap perjalanan, merasa harus punya stok foto yang bagus-bagus, yang paling parah, jadi merasa minder karena travel blogger lain rutin banget travelingnya, jauh-jauh pula. Saya mah apa atuh. Berawal dari perasaan nggak nyaman itu, saya memutuskan buat berhenti ngeblog tentang travel-travelan.

Kemudian saya berencana untuk pergi berdua dengan calon suami ke tempat yang sama-sama belum pernah kami kunjungi. Tentu saja kami butuh banyak informasi dari internet tentang tempat tersebut. Di mana carinya? di blog dan artikel orang-orang yang somehow lebih terpercaya daripada artikel dari kanal berita online hehe.

Dari situ saya seperti diingatkan kembali kalau menulis tentang perjalanan itu penting, demi membantu orang-orang di luar sana yang sedang mencari informasi tentang destinasi tertentu. Nah, berbekal niat mulia ingin membantu para pejalan, maka blog travel-travelan ini resmi saya gunakan lagi *gong!* update nya sesuai mood & kalo pas pengen saja ya tapi 😀 . Tulisan pertama setelah hiatus adalah tentang honeymoon ke Makassar dan Tanjung Bira.

Sebenarnya saya agak risih dengan kata-kata honeymoon, for some reasons haha. Tapi karena istilahnya memang seperti itu ya..sudahlah. Anyway cerita tentang bagaimana akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Makassar – Tanjung Bira setelah menikah, sudah sempat saya tulis sedikit di sini. Jadi, langsung saja cerita tentang perjalanan nya ya!

Risiko yang kami dapat karena booking akomodasi mepet adalah : harga tiket yang naik serta penginapan yang penuh! Sempat kecewa, tapi kami akan lebih kecewa kalo nggak jadi berangkat HEHE.

Beruntung, kami punya teman – teman yang baik dari komunitas blogger Anging Mammiri Makassar (Sebut saja Daeng Ipul & Kak Iqko), yang merekomendasikan alternatif penginapan lain beserta jasa sewa mobil untuk ke Tanjung Bira. Jadi berangkatlah kami ke Makassar, yeey!

Alasan saya memilih Makassar adalah karena saya kepengen mengajak suami menikmati kuliner Makassar yang beragam dan berdaging, soalnya dia itu doyan banget makan daging haha #sobatkolesterol , di samping, harga tiket yang relatif lebih murah dibanding destinasi lain di Indonesia yang belum pernah kami kunjungi berdua, contohnya seperti ke Indonesia Timur.

Menuju Makassar

Kami berangkat dari Semarang naik kereta Gumarang, tanggal 11 September jam 11 malam dan sampai di stasiun Pasar Turi Surabaya jam 3 pagi tanggal 12 September. Dari Stasiun lanjut menuju Bandara Juanda menggunakan taksi burung biru. Lumayan jauh dan mahal tapi daripada bingung (sekitar 1 jam perjalanan dan bayar 150ribu).

Gumarang

Gumarang

Jadwal penerbangan dari Surabaya ke Makassar masih jam 7 pagi sementara kami tiba di Juanda sekitar jam 4. Jadilah kami menunggu di bandara sambil melawan kantuk sekitar 2 jam lamanya. Berhubung lapar dan pengen anget-anget, kami masuk ke salah satu resto di bandara, satu-satunya yang buka di jam segitu. Sembilan puluh delapan ribu untuk dua mangkuk mi instan rebus dan dua gelas teh panas. Setelah dihabiskan dan agak melek kami langsung kepengen misuh (mengumpat) karena mahal banget 😀 . KENAPA NGGAK KE CIRCLE-K AJA TADIK!

Mendarat di Makassar jam 9.35 waktu setempat dan langsung menuju pool bis Damri di luar bandara sultan Hasanuddin. Cukup membayar dua puluh tujuh ribu Rupiah saja per penumpang, dan kami diantar sampai depan hotel Santika Makassar. Kebetulan memang dilewati rute Damri nya. Jangan ditanya ya berapa lama perjalanan dari bandara sampai ke hotel yang lokasinya lumayan dekat dengan Pantai Losari ini. LAMA BANGET! Hampir dua jam lamanya kami duduk di bis menahan haus dan lapar (kurang lebih 20km). Untungnya sampai di hotel bisa langsung check-in walaupun masih jam 12 siang, jadi kami bisa langsung taruh ransel dan keluar cari makan.

DAMRI

Tiket Damri yang Murah Meriah

Keliling Makassar

Kami hanya punya waktu setengah hari saja untuk keliling Makassar karena tanggal 13 September berangkat ke Bira, jadi yang kami lakukan ya.. jalan-jalan di sekitar hotel. Literally jalan jalan pake kaki. Berikut ini tempat – tempat yang kami kunjungi sore – malam hari. By the way, ini adalah kunjungan ke Makassar untuk ke dua kalinya buat saya (2011), dan pertama kalinya buat suami.

Coto Makassar Daeng Tayang, 3-5 menit jalan kaki dari hotel.

Coto Makassar

Ternyata bisa milih mau daging atau jeroan *baru tahu

Toko Ujung / Kopi Ujung

This slideshow requires JavaScript.

Mampir beli oleh – oleh kopi, magnet kulkas dan mencoba salah satu varian kopi susu.

Fort Rotterdam

Berkeliling dan foto – foto di dalam Fort Rotterdam.

This slideshow requires JavaScript.

bisakah kalian membedakan yang mana foto saya dan foto suami?

clue : foto saya cenderung “lebar”, foto suami cenderung “detail” 😀

Pantai Losari

This slideshow requires JavaScript.

Duduk – duduk di pinggir pantai Losari sambil makan pisang Epe’

Mie Titi Jl. Datu Museng

Sebenarnya tujuan utamanya ke rumah makan seafood Lae –Lae tapi karena nggak ketemu (kurang maju dikitt padahal) akhirnya mampir ke sini. Porsinya ulala banyaknya. 😀

Mie Titi

Karena nggak jadi ke Lae – Lae, nggak jadi terbayar deh rasa penasaran sama ikan dan seafood Makassar yang katanya lebih enak daripada seafood di Jawa. Bukan bumbunya, tapi “ikan” nya sendiri konon sudah enak tanpa dibumbui macam macam. Kapan – kapan musti balik lagi demi seafoodnya! 😀

Perjalanan Ke Bulukumba

Tanjung Bira berada di wilayah Kabupaten Bulukumba dan bisa ditempuh lewat perjalanan darat dari Makassar selama kurang lebih 5 – 6 jam. Untuk menuju Bulukumba, kami naik travel bernama BMA dengan harga tiket Rp 110,000 per orang. Jadwal keberangkatan BMA ini dua jam sekali. Kami berangkat jam 11 siang.

Terus terang, perjalanan menuju Bulukumba ini sungguh membosankan buat kami. Mungkin karena udah lama banget nggak berkendara naik mobil selama 5 -6 jam. Kalau pergi ke luar kota di Pulau Jawa, kami lebih suka naik kereta.

Sepanjang jalan cuma ada pemandangan tanah tandus, kadang sawah, jalan kecil, dan juga.. Semangka! 😀 iya, banyak banget ngelihat penjual semangka di pinggir jalan, berjajar rapi. Walaupun bosan , untungnya seat travelnya lumayan bisa mengakomodasi kaki kami yang panjang-panjang, jadi tidak terlalu pegal. Berbekal sebungkus biskuit, kacang atom dan beberapa botol air mineral, kami pasrah melewati kilometer demi kilometer yang terasa lama..

BMA seat

Kira – kira begini suasana di dalam travel

Ketika travel berhenti untuk istirahat dan makan siang, suami bertanya kepada pak supir, “jam berapa jalan lagi Pak?” yang dijawab dengan pertanyaan pula, “memangnya mau ke mana? ke Bira-kah?”. Pak supir yang baik hati memberi tahu kami, kalau sudah sore, nggak ada lagi angkutan umum menuju Bira, tapi ada beberapa sewa mobil yang kalau beruntung, bisa langsung dipakai saat itu juga. Mungkin pak supir kasihan melihat kami yang berasal entah dari mana, kucel, bawa ransel. 😀

Terima kasih pak! Tapi kami sudah dapat sewa mobil di Bulukumba yang akan menjemput dan Mengantar kami selama 3 hari ke depan. Singkat cerita, kami sampai di pool BMA di Bulukumba sekitar jam 5 sore, langsung dijemput, dan berangkat lagi ke Bira. Yeey!

Bulukumba

Menurut cerita Daeng Ipul, tanggal kedatangan kami di Bira tanggal 13-16 September 2018 kemarin bertepatan dengan acara Festival Kapal Pinisi di Bira. Sayangnya, berita di internet tentang event ini sedikit sekali. Pak supir pun nggak tahu kalau ada event tersebut. Yah, cukuplah kami berpuas hati memandangi kapal- kapal Pinisi di sepanjang perjalanan ke Bira..

Kaluku Cottages

Penginapan ini bukan penginapan yang saya taksir dan incar sejak lama. Tapi seperti yang sudah saya ceritakan di awal, booking akomodasi yang mepet membuat kami kehabisan room di penginapan yang diincar. Lalu kami mendapatkan rekomendasi untuk menginap di Kaluku Cottages yang waktu itu , H-1 sebelum keberangkatan, masih ada room untuk kami. 😀 Rp 550,000 saja per malam dengan sunrise view dan lingkungan yang asri . Walaupun bukan morning person, tapi kami berdua bahagia menginap di sini, soalnya buka pagar bisa langsung nyebur dan main air di Pantai Panrangluhu 😀

This slideshow requires JavaScript.

Subuh di Kaluku Cottages pagi itu terasa syahdu. Suara orang mengaji, dilanjut dengan suara Adzan, dengan latar belakang suara ombak yang besar berasa bikin adem di hati. Apalagi pas lihat orang kesayangan tidur lelap di sebelah. Adem benerrr~

Hari ke dua di Bira rencananya mau kami habiskan buat jalan – jalan keliling. Tapi rencana tinggallah rencana. Suasana cottage yang tenang plus angin semilir membuat kami malas beranjak alias mager. Jadilah setengah hari kami habiskan untuk leyeh-leyeh saja sambil memulihkan tenaga setelah rangkaian acara pernikahan plus rentetan perjalanan dari pulau Jawa sampai ke Bira.

bulet

iya, kami mem-bulat

Sekitar jam 2 siang, kami baru beranjak dan menanyakan fasilitas sewa motor yang disediakan oleh Kaluku untuk kemudian pergi jalan-jalan dan cari makan.

Pantai Bira Pasir Putih

Pantai Bira Pasir Putih ini tampaknya memang tujuan wisata utama di Tanjung Bira. Untuk masuk ke kawasannya saja kita perlu beli tiket masuk (saya lupa bayar berapa). Dan benar saja, ketika masuk kawasan, terlihat banyak penjual souvenir, baju-baju pantai, beberapa warung makan, dan juga papan-papan nama penginapan termasuk yang termahal yang sempat saya browsing (cuma browsing aja tapinya, nggak sanggup bayar 😀 ) daaann.. yang saya incar juga ada di situ huhuhu.

Nggak lama mampir ke pantai ini karena puanaass.. dan agak jauh turunnya. Sepertinya best view dan jalan turun ke pantai yang paling enak memang sudah di- “booking” sama para pemilik penginapan di sana, biar berasa private gitu. Beruntunglah mereka yang kebagian room, soalnya rata-rata penginapan di sini memang cuma punya beberapa room saja. Berikut ini sedikit foto (udah sedikit, random pula!)dari Bira Pasir Putih dan penginapan yang kami incar *ups 😀 – siapa tahu bisa dijadikan referensi kalau berkunjung ke Bira 🙂

This slideshow requires JavaScript.

Sisa hari itu kami habiskan untuk istirahat, main air, jalan kaki di sekeliling Kaluku Cottages, foto-foto dan juga lihat bintang!

Perjalanan Pulang

Hari sabtu tanggal 15 September jam 7 pagi, kami sudah siap menunggu pak supir yang akan mengantar kami ke bandara Sultan Hasanuddin Makassar untuk pulang. Rasanya kurang lama mainnya 😀

Bye

mendung dan berawan saat mau pulang

Sampai di bandara sekitar jam 1 siang, menunggu beberapa jam sebelum penerbangan jam 3.30 sore ke Surabaya. Tadinya mau langsung lanjut naik kereta ke Semarang jam 9 malam naik kereta api Kertajaya.Tapi lalu batal setelah di WA seorang teman : Kertajaya? Mending batalin aja, cari hotel, nginep dulu semalam 😀

Kami yang memang belum pernah naik Kertajaya sebelumnya, akhirnya memilih untuk percaya apa kata teman, daripada menyesal hahaha. Kami menuruti sarannya untuk menginap semalam di Surabaya dan melanjutkan perjalanan kembali ke Semarang besoknya, naik Kereta Api Harina.

Nah, demikianlah cerita perjalanan saya ke Makassar dan Bira. Overall semuanya menyenangkan kecuali adanya sampah – sampah plastik di sepanjang pantai Panrangluhu, di luar area Kaluku Cottages. Kami bahkan melihat sendiri adegan orang yang membuang sampah di tengah pantai malam-malam hehe. Mungkin memang daerah di sekitar kami menginap belum terlalu “diperhatikan” kebersihan dan pengelolaan sampahnya, sementara di daerah kawasan wisata Pantai Bira Pasir Putih sepertinya sudah lebih rapi dan tertata, entahlah. Harapan saya, semoga dalam waktu dekat Bira bisa lebih dikenal banyak orang, lebih maju, sekaligus lebih bersih lagi. Terima kasih, Bira. 🙂

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s